ANALISIS KEABSAHAN HADIS DOA MEMASUKI BULAN RAJAB
Keywords:
Doa, Keabsahan hadis, Bulan rajabAbstract
Doa allahumma bārik lanā fī rajaba wa sya’bāna wa ballignā ramaḍān telah menjadi bacaan rutin bagi sebagian umat Islam setiap kali memasuki bulan Rajab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan hadis tentang doa memasuki bulan Rajab sekaligus implikasinya dalam praktik keagamaan umat Islam. Penelitian ini termasuk dalam kategori studi kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan kajian ini mengungkapkan bahwa hadis mengenai doa ketika memasuki bulan Rajab tercatat dalam lima jalur periwayatan yang bersumber dari tiga tokoh mukharrij utama, yaitu: satu jalur dari Imam Ahmad bin Hanbal, dua jalur dari al-Ṭabarānī, dan satu jalur lainnya dari al-Baihaqī. Dari aspek sanad, hadis ini dinilai lemah (ḍa’īf) karena dalam rangkaian periwayatannya terdapat perawi yang dipandang kurang kredibelsalah satunya adalah Zā’idah bin Abī al-Ruqād. Perawi ini berperan sebagai madār, sehingga kelemahannya berdampak langsung terhadap keseluruhan jalur periwayatan yang bersandar kepadanya. Meskipun demikian, secara matan, isi hadis ini tidak mengandung pertentangan dengan Al-Qur’an, hadis sahih lainnya, nalar yang sehat, maupun fakta historis. Selain itu, struktur redaksionalnya juga memperlihatkan karakteristik sabda kenabian, sehingga matannya dinilai sahih. Meskipun sanad hadis ini tidak memenuhi syarat sebagai hujjah, pengamalannya tetap diperbolehkan dalam konteks doa, karena tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat dan memiliki nilai normatif yang bermanfaat.
Downloads
Published
How to Cite
Section & Issue
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Mabbicara Hadis (Menelusuri Jejak Kenabian dalam Lintas Budaya)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
