LIVING HADIS SEBAGAI PENDEKATAN RISET: KONSEPTUALISASI, METODE, DAN SIGNIFIKANSI SOSIAL

Authors

  • Arwan Saputra (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • Muhammad Ihsan (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • Muhammad Yahya (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Keywords:

Living Hadis, Studi Hadis, Resepsi Hadis, Pendekatan Kualitatif, Fenomena Sosial

Abstract

Artikel ini membahas Living Hadis sebagai pendekatan riset dalam studi hadis yang menempatkan hadis Nabi Muhammad saw. tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang hidup dalam praktik keagamaan masyarakat Muslim. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konseptualisasi Living Hadis, menguraikan metode penelitian yang digunakan, serta menganalisis signifikansi sosialnya dalam kajian keislaman dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan analisis konseptual terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Living Hadis hadir sebagai pendekatan komplementer terhadap studi hadis normatif dengan menekankan dimensi resepsi, praktik, dan makna sosial hadis. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman hadis yang lebih kontekstual, interdisipliner, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat. Dengan demikian, Living Hadis berkontribusi dalam memperkuat relevansi hadis dalam kehidupan sosial serta mendukung pengembangan moderasi beragama dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer.

References

Ibn al-Ṣalāḥ, Muqaddimah Ibn al-Ṣalāḥ fī ‘Ulūm al-Ḥadīṡ, (Beirut: Dār al-Fikr, t.t.); Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī, Tadrīb al-Rāwī fī Sharḥ Taqrīb al-Nawāwī, (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1996); al-Khaṭīb al-Baghdādī, al-Kifāyah fī ‘Ilm al-Riwāyah, (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1988).

Muḥammad Muṣṭafā al-A‘ẓamī, Studies in Early Hadith Literature, (Indianapolis: American Trust Publications, 1978), h. 5–7; lihat pula Jonathan A. C. Brown, Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World, (Oxford: Oneworld, 2009), h. 3–6.

Fazlur Rahman, Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition, (Chicago: University of Chicago Press, 1982), h. 6–8; lihat juga Barbara D. Metcalf, “Living Hadith in South Asia,” dalam Islamic Studies, Vol. 23, No. 2 (1984), h. 135–140.

Saifuddin Zuhri Qudsy, “Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi,” dalam Jurnal Living Hadis, Vol. 1, No. 1 (2016), h. 3–6; M. Mansyur dkk., Metodologi Penelitian Living Hadis, (Yogyakarta: Teras, 2007), h. 1–5.

Ibn al-Ṣalāḥ, Muqaddimah fī ‘Ulūm al-Ḥadīṡ (Beirut: Dār al-Fikr), 3–5.

M. Alfatih Suryadilaga, Living Hadis dalam Tradisi Masyarakat (Yogyakarta: Teras, 2012), 12.

Muh. Zuhri, Hadis dan Pergumulannya dengan Tradisi Lokal (Jakarta: Kencana, 2014), 45–47.

Fazlur Rahman, Islam and Modernity (Chicago: University of Chicago Press, 1982), 52–54.

Andi Faisal Bakti, Islam dan Budaya Lokal (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 33.

Hans Robert Jauss, Toward an Aesthetic of Reception (Minneapolis: University of Minnesota Press, 1982), 19.

Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, The Social Construction of Reality (New York: Anchor Books, 1966), 61–65.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017), 6.

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2018), 131.

Azyumardi Azra, Konteks Berteologi di Indonesia (Jakarta: Prenadamedia Group, 2019), 114

Downloads

Published

2025-09-15

How to Cite

Arwan Saputra, Muhammad Ihsan, & Muhammad Yahya. (2025). LIVING HADIS SEBAGAI PENDEKATAN RISET: KONSEPTUALISASI, METODE, DAN SIGNIFIKANSI SOSIAL . Jurnal Mabbicara Hadis, 1(3), 321–330. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jmh/article/view/165

Section & Issue