PERAN BIOGRAFI PERIWAYAT HADIS DALAM KLASIFIKASI JARḤ WA TA’DĪL

Authors

  • Muh Kaswang (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • Muhammad Yahya (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • AbduL Rahman Sakka (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Keywords:

jarḥ wa al-ta’dīl, ‘Ulūm al-Ḥadīṡ, biografi Perawi, Kritik Sanad, Ilmu Hadis

Abstract

Peran biografi periwayat hadis dalam klasifikasi jarḥ wa ta‘dīl sebagai salah satu instrumen utama dalam menjaga keotentikan hadis Nabi saw. Ilmu jarḥ wa ta‘dīl dipahami sebagai disiplin kritik hadis yang berfungsi menilai keadilan (‘adālah) dan ketelitian (ḍabṭ) para periwayat melalui pendekatan ilmiah yang sistematis. Pembahasan mencakup pengertian jarḥ wa ta‘dīl, syarat-syarat dan etika bagi para kritikus hadis, tingkatan penilaian jarḥ dan ta‘dīl, serta kontribusi para tokoh besar dari masa klasik hingga pascaklasik. Dalam konteks ini, biografi periwayat tidak hanya berfungsi sebagai data deskriptif, tetapi menjadi fondasi epistemologis dalam menentukan diterima atau ditolaknya suatu riwayat hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelusuran terhadap literatur klasik dan kontemporer yang membahas ilmu jarḥ wa ta‘dīl, khususnya kitab-kitab biografi perawi dan karya kritik sanad. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep, membandingkan pandangan para ulama, serta mengaitkan data biografis periwayat dengan sistem klasifikasi jarḥ wa ta‘dīl yang dikembangkan dalam tradisi keilmuan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biografi periwayat hadis memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses klasifikasi jarḥ wa ta‘dīl. Penilaian terhadap periwayat terbukti didasarkan pada rekam jejak biografis yang mencakup integritas moral, kapasitas keilmuan, jaringan periwayatan, dan respons kritikus hadis terhadapnya. Perbedaan penilaian di kalangan ulama mencerminkan variasi metodologi kritik, namun tetap berlandaskan prinsip objektivitas dan kehati-hatian ilmiah. Implikasi kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan biografis dalam studi hadis kontemporer, baik dalam proses takhrīj maupun kritik sanad dan matan. Prinsip-prinsip jarḥ wa ta‘dīl memberikan teladan metodologis dan etis dalam menjaga integritas akademik, sekaligus memperkuat relevansi tradisi kritik hadis sebagai model ilmiah yang berkelanjutan dalam kajian keislaman.

References

Ahmad. Zahir. Ulumul Hadis: Pengantar Studi Ilmu Hadis. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011.

Al-‘Asqalānī, Ibn Ḥajar. Tahẓīb al-Tahẓīb, Juz 1 (Beirut: Dār al-Fikr, 1984), h. 4-5.

Al-Bayhaqī, Sunan al-Kubrā, Juz 1 (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003), h. 11.

Al-Dāruquṭnī, al-‘Ilal al-Wāridah fī al-Aḥādīth, tahqīq al-Turkī (Riyadh: Dār al-‘Āṣimah, 1985), Juz 1.

at- Thahan, Mahmud. Metode Takhrij dan Penelitian Sanad Hadis (Surabaya: PT Bina Ilmu 1995).

Dāruquṭnī, Al-Ḥākim. al-Mustadrak ‘alā al-Ṣaḥīḥayn (Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 1990), Juz 1.

Ḥibbān Ibn. al-Majrūḥīn min al-Muḥaddithīn wa al-Ḍu‘afā’ wa al-Matrūkīn, Juz 1 (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1993).

Imron, Ali. “Dasar-Dasar Ilmu Jarh wa Ta‘dīl,” Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, Vol. 2, No. 2 (Desember 2017).

Imron, Ali. “Dasar-Dasar Ilmu Jarh wa Ta’dil,” Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, Vol. 2, No. 2 (Desember 2017).

Imron, Ali. Dasar-Dasar Ilmu Jarḥ wa Ta‘dīl, Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, Vol. 2, No. 2 (Desember 2017), UIN Sunan Kalijaga.

Imron, Budi “Memahami Konsep Metodologi al-Jarḥ wa al-Ta‘dīl,” Dirāyah: Jurnal Ilmu Hadis, Vol. 4, No. 2 (Juni 2024).

Khon Abdul Majid. Takhrij & Metode Memahami Hadis (Jakarta: Amzah, 2014).

Khon, Abdul Majid Takhrij & Metode Memahami Hadis, Jakarta: Amzah, Cet. ke-1, 2014.

Khon, Abdul Majid. Takhrij & Metode Memahami Hadis, Jakarta: Amzah Cet.et. ke-1. 2014.

Krippendorff, Klaus. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, 4th ed. (Los Angeles: Sage Publications, 2018).

Kurniawan Irwan Dkk, Syarat-Syarat dan Prosedur dalam al-Jarh Wa al-Ta’dil, Jurnal Penelitian Guru Indonesia¸Vol.4, No. 4 (Juli 2024).

Muḥammad Muṣṭafā al-A‘ẓamī, Muqaddimat Ṣaḥīḥ Ibn Khuzaymah (Riyadh: al-Maktab al-Islāmī, t.t.).

Rahman, Fatchur. Ikhtisar Mushthalahu‟l-Hadis (Cet. IBandung: PT Al-Ma‟arif, 1974).

Ṣubḥī al-Ṣāliḥ, ‘Ulūm al-Ḥadīṡ wa Muṣṭalaḥuh (Beirut: Dār al-‘Ilm li al-Malāyīn, 1984).

Suhartawan, Budi. “Memahami Konsep Metodologi al-Jarḥ wa al-Ta‘dīl,” Dirāyah: Jurnal Ilmu Hadis, Vol. 4, No. 2 (Juni 2024).

Suhartawan, Budi. “Memahami Konsep Metodologi al-Jarḥ wa al-Ta‘dīl,” Dirāyah: Jurnal Ilmu Hadis, Vol. 4, No. 2 (Juni 2024).

Widodo Slamet Dkk, Buku Ajar Metode Penelitian (Cet. I; Pangkalipinang: CV Science Techno Direct2023).

Downloads

Published

2025-09-15

How to Cite

Muh Kaswang, Muhammad Yahya, & Sakka, A. R. (2025). PERAN BIOGRAFI PERIWAYAT HADIS DALAM KLASIFIKASI JARḤ WA TA’DĪL. Jurnal Mabbicara Hadis, 1(3), 307–320. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jmh/article/view/207

Section & Issue

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.