PERIWAYATAN HADIS: ANALISIS KRITIS ATAS MEKANISME TRANSMISI RIWAYAT

Authors

  • Arwan Saputra (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Keywords:

Periwayatan hadis, transmisi riwayat, sanad, metode, kritik hadis

Abstract

Periwayatan hadis merupakan sistem ilmiah yang dirancang untuk menjaga keaslian sabda, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad saw. Artikel ini berupaya melakukan analisis kritis terhadap mekanisme transmisi riwayat dalam tradisi keilmuan hadis. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, pembahasan difokuskan pada delapan metode utama periwayatan, yaitu as-Simā’, al-Qirā’ah ‘alā asy-Syaikh, al-Ijāzah, al-Munāwalah, al-Mukātabah, al-I’lām, al-Waṣiyyah, dan al-Wijādah. Hasil kajian menunjukkan bahwa para ulama hadis menempatkan metode-metode tersebut dalam hierarki keabsahan yang berbeda, dengan as-Simā’ sebagai metode paling kuat karena melibatkan interaksi langsung antara guru dan murid, sedangkan al-Wijādah dianggap paling lemah karena hanya bersandar pada penemuan naskah tanpa izin guru. Selain aspek metode, penelitian ini juga menyoroti pentingnya kriteria integritas perawi, seperti keislaman, keadilan, kekuatan hafalan (ḍabṭ), serta bebas dari penyimpangan (syudzūdz) dan cacat tersembunyi (‘illah). Dengan demikian, mekanisme transmisi riwayat dalam ilmu hadis tidak hanya menunjukkan ketelitian teknis dalam periwayatan, tetapi juga mencerminkan komitmen epistemologis dan moral ulama hadis dalam menjaga kemurnian ajaran Rasulullah saw.

References

Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin Qudamah al-Maqdisi. Raudha al-Nazir wa Jannah al-Manazir, Juz 1. Muassasah al-Riyan li al-Tiba’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi’, 2002.

Abu Bakar Kufi. Manhaj al-Imam al-Bukhari Fi Tashihi al-Ahadis wa Ta’liliha. Beirut: Dar Ibnu Hazm, 2000.

Al-Bagdādī, Abū Bakr Aḥmad bin ‘Alī bin Ṡābit bin Aḥmad bin Mahdī al-Khaṭīb. Al-Kifāyah fī ‘Ulūm ar-Riwāyah. Diedit oleh Abū ‘Abdullāh As-Surqī dan Ibrāhīm Ḥamdī Al-Madanī. Madinah: Al-Maktabah al-‘Ilmiyyah, n.d.

Al-Khaṭīb, Muḥammad ‘Ajjāj. Uṣūl al-Ḥadīṡ. 5 ed. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2013.

Al-Qardawi, M Yusuf. Bagaimana Memahami Hadis Nabi, terj. Jakarta: Gema Insani, 2024.

Al-Thufi, Sulaiman bin Abdul Qawi. Syarh Mukhtasar al-Raudha, Juz 2. Muassasah al-Risalah, 1987.

Alwi, A. “Periwayatan Hadis Bi al-Ma‘na dalam Kajian Ulama dan Implikasinya.” IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman 9, no. 3 (2025): 543.

Aly, M A H A D, Muhammad Ali, dan M A H A D Aly. “Ma’had aly” 4 (2025): 1–11.

Gani, M. “Tinjauan Fiqh terhadap Kebolehan Riwayat Hadis Bi al-Ma‘na.” Jurnal Ushuluddin 27, no. 1 (2013): 88.

Ismail, M. Syuhudi. Kaidah Kesahihan Sanad Hadis. 4 ed. Jakarta: Bulan Bintang, 2014.

Muhammad ibn Qasim al-Gazi. Fathu al-Qarib. Beirut: Dar Ibnu Hazm, 2005.

Nadhiran. “Perdebatan Ulama tentang Periwayatan Hadis Bi al-Ma‘na.” Jurnal Studi Islam dan Sosial 5, no. 2 (2013): 232.

Nasyifah. “Metode Periwayatan Hadis dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer.” Jurnal Studi Keislaman 7, no. 2 (2019): 145.

Tufail, M., Akbar, A., & Hasanuddin, A. “Analisis Semantik dalam Kajian Terminologi Hadis: Telaah atas Makna Riwāyah dan Dirāyah.” Jurnal Ilmu Hadis dan Studi Islam 5, no. 2 (2023): 45–56.

Yahya bin Syaraf al-Nawawi. al-Tagrib wa al-Taisir li Ma’rifah al-sunan. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, 1985.

Downloads

Published

2025-05-15

How to Cite

Saputra, A. (2025). PERIWAYATAN HADIS: ANALISIS KRITIS ATAS MEKANISME TRANSMISI RIWAYAT. Jurnal Mabbicara Hadis, 1(2), 141–151. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jmh/article/view/62

Section & Issue

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.