Dekonstruksi Lima Metode Takhrij: Prasyarat Literasi Hadis di Era Digital

Authors

  • Rezki Pradana Putra (UIN ALAUDDIN MAKASAR)
  • Basrulloh (UIN Alauddin Makassar)

Keywords:

Takhrij Hadis, Metodologi Penelitian Hadis, Digitalisasi Hadis, Validitas Sanad, Kitab Induk

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap studi hadis secara fundamental, memunculkan pergeseran dari rujukan kitab fisik (turats) menuju penggunaan aplikasi dan perangkat lunak. Meskipun menawarkan kemudahan akses, fenomena ini memunculkan tantangan validitas data dan risiko misinterpretasi akibat hilangnya konteks ilmiah yang ketat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif lima metode takhrij hadis konvensional (lafaz, tema, awal matan, perawi, dan sifat) serta mengevaluasi transformasi dan relevansinya di era algoritma digital. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), menerapkan analisis tekstual-metodologis terhadap kitab-kitab induk hadis dan aplikasi digital populer seperti Maktabah Syamilah dan Dorar.net. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelima metode takhrij manual memiliki karakteristik distingtif yang kini telah bertransformasi menjadi fitur algoritma digital (seperti search bar, tagging, dan filtering). Meskipun aplikasi digital unggul dalam kecepatan (efficiency), metode manual tetap unggul dalam akurasi kontekstual dan validitas sanad. Kesimpulan: Penelitian menyimpulkan bahwa penguasaan logika manual "Lima Metode Takhrij" merupakan prasyarat mutlak (conditio sine qua non) bagi peneliti di era digital untuk melakukan verifikasi dan menghindari bias algoritmik. Disarankan model integratif "Digital-Manual Hybrid" sebagai pendekatan ideal dalam penelitian hadis kontemporer.

References

Abdul Majid, Latifah, Mohd Nasir Abdul Majid, Hazlin Kader @Shahar, and Wan Siti Norjannah W Sulong. “Exploring Innovations and Challenges in The Study of Hadith in The Digital Era.” International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 14, no. 3 (2024): 1057–71. https://doi.org/10.6007/ijarbss/v14-i3/20957.

Abdulrahman, Mohammed Adnan. “The Future of Hadith Studies in The Digital Age: Opportunities and Challenges.” Journal of Ecohumanism 3, no. 8 (2024): 2792–2800. https://doi.org/10.62754/joe.v3i8.4927.

Alejandro, Audrey, and Longxuan Zhao. “Multi-Method Qualitative Text and Discourse Analysis: A Methodological Framework.” Qualitative Inquiry 30, no. 6 (2024): 461–73. https://doi.org/10.1177/10778004231184421.

Aly, M A H A D, and Muhammad Ali. “TAKHRIJ AL HADIS” 4 (2025): 149–70.

Azwar, Azwar, Abur Hamdi Usman, and Mohd Farid Ravi Abdullah. “Bibliometric Analysis of the Development of Hadith Studies in Reputable International Scientific Publications.” Hadis 14, no. 27 (2024): 1–13. https://doi.org/10.53840/hadis.v14i27.255.

Busetto, Loraine, Wolfgang Wick, and Christoph Gumbinger. “How to Use and Assess Qualitative Research Methods.” Neurological Research and Practice 2, no. 1 (2020). https://doi.org/10.1186/s42466-020-00059-z.

Candra Susanto, Primadi, Lily Yuntina, Euis Saribanon, Josua Panatap Soehaditama, and Esti Liana. “Qualitative Method Concepts: Literature Review, Focus Group Discussion, Ethnography and Grounded Theory.” Siber Journal of Advanced Multidisciplinary 2, no. 2 (2024): 262–75. https://doi.org/10.38035/sjam.v2i2.207.

Fadli, Muhammad Rijal. “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif.” Medan, Restu Printing Indonesia, Hal.57 21, no. 1 (2008): 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.

Fikri, Shofil, Naila Nur Fitria, Alvin Nurafrizal, Mochammad Shoim Maulidi, Fajar Dewantara, and Fatihurrohman Oganse. “Takhrij Hadits.” Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni 2, no. 5 (2024): 528–35. https://doi.org/10.62379/jishs.v2i5.1752.

Guetterman, Timothy C., Tammy Chang, Melissa DeJonckheere, Tanmay Basu, Elizabeth Scruggs, and V. G. Vinod Vydiswaran. “Augmenting Qualitative Text Analysis with Natural Language Processing: Methodological Study.” Journal of Medical Internet Research 20, no. 6 (2018). https://doi.org/10.2196/JMIR.9702.

Ismail, Nurjannah, and Encang Sarip Hidayat. “Takhrij Hadits: Pemahaman, Metode, Dan Tujuan.” El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies 1, no. 2 (2023): 101–12. https://doi.org/10.22373/el-sunan.v1i2.4113.

Istianah, and Sri Wahyuningsih. “The Hadith Digitization in Millennial Era :” QIJIS : Qudus International Journal of Islamic Studies 7, no. 1 (2019): 25–44.

Maulana, Arif. “Peran Penting Metode Takhrij Dalam Studi Kehujjahan Hadis.” Jurnal Riset Agama 1, no. 1 (2021): 233–46. https://doi.org/10.15575/jra.v1i1.14406.

Najiyah, Nur Laili Nabilah Nazahah, and Rizki Putriani. “Transformation of Hadith Study in the Digital Era: An Effectiveness of Hadith Applications and Websites.” Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hadis 6, no. 1 (2024): 27–42. https://doi.org/10.15548/mashdar.v6i1.7882.

Nur’aini, Luthfi Hidayah. “The Use of Digital Technology in Hadith Studies.” At Turots: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 1 (2025): 12–23. https://doi.org/10.51468/jpi.v7i1.864.

Pulungan, Nur Hamidah. “Takhrij Hadis Kemunculan Dajjal Dari Negeri Timur (Kritik Sanad Dan Matan)” 1 (2021): 48–66.

Ramle, Muhamad Rozaimi, and Miftachul Huda. “Between Text and Context: Understanding Ḥadīth through Asbab Al Wurud.” Religions 13, no. 2 (2022). https://doi.org/10.3390/rel13020092.

Suryani, Ani Wilujeng, and Helianti Utami. “Rigour in Qualitative Studies: Are We on Track?” Jurnal Akuntansi Dan Keuangan 22, no. 2 (2020): 47–58. https://doi.org/10.9744/jak.22.2.47-58.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Pradana Putra, R., & Basrulloh. (2026). Dekonstruksi Lima Metode Takhrij: Prasyarat Literasi Hadis di Era Digital. Jurnal Mabbicara Hadis, 2(1), 93–102. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jmh/article/view/222

Section & Issue