4 KRITERIA HADIS DAN SYARATNYA: HADIS ṢAḤĪḤ, HADIS ḤASAN, HADIS ḌA’ĪF , HADIS MAUḌŪ’
Keywords:
Kriteria, Hadis Ṣaḥīḥ, Hadis Ḥasan, Ḥasan Ḍa’īf; , Hadis MaudūAbstract
Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an dan memiliki peran vital dalam menjelaskan hukum-hukum syariat. Namun, tidak semua hadis dapat dijadikan hujjah (landasan hukum), karena perbedaan kualitas dan validitas periwayatannya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena di masyarakat yang kerap kali menjadikan semua hadis sebagai rujukan tanpa memahami status dan kriterianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji secara sistematis kriteria hadis Ṣaḥīḥ, Ḥasan, Ḍa’īf, dan Maudū’, serta menjelaskan perbedaan karakteristik dan implikasi hukum dari masing-masing jenis hadis tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui telaah terhadap kitab-kitab ilmu hadis klasik dan kontemporer, serta pendapat para ulama hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Ṣaḥīḥ dan Ḥasan termasuk kategori hadis Maqbul (diterima), yang dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam, sedangkan hadis Ḥasan memiliki tingkat hafalan perawi yang lebih rendah. Hadis Ḍa’īf dan Maudū’ tergolong hadis Mardud (ditolak), yang tidak dapat dijadikan dasar hukum, kecuali dalam konteks Fadā’il al-A‘māl, sementara hadis Maudū’ haram untuk diriwayatkan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap klasifikasi hadis bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik ibadah atau hukum yang tidak Ṣaḥīḥ. Implikasi dari studi ini adalah mendorong peningkatan literasi hadis di kalangan umat Islam serta menjadi kontribusi dalam pengembangan kajian ilmu hadis ke depan.
References
Al-Qaththan, Syaikh Manna. Pengantar Studi Ilmu Hadits. Vol. 44, 2011. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201.
Alfiah, dkk. Studi Ilmu Hadis. Kreasi Edukasi, 2016.
Bariyah, Oneng Nurul. Ilmu Hadis, 2011.
Huda, Miftahul. “MACAM-MACAM HADIS DARI SEGI KUALITASNYA.” JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir 2, no. 3 (2025).
Idri, Arif Jamaluddin Malik, and M Nawawi. Studi Hadist, 2014.
Kementerian Agama RI. Al-Qur’an Dan Terjemahnya, 2019.
Muhith, Abd. Studi Hadis. Vol. 16, 2015.
Ngampo, Muhammad Ali. “Komparasi Kehujahan Hadis Shahih, Hasan, Dhaif, Dan Maudhu’.” Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis 14, no. 2 (2024): 126–42. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/45533.
Novera, Melia. “Permasalahan Seputar Hadis Maudhu’.” DIRAYAH: Jurnal Ilmu Hadis 02, no. 02 (2022): 145–61. https://e-jurnal.stiqarrahman.ac.id/index.php/dirayah/article/view/74.
Pratiwi, S. H., et al. “Klasifikasi Hadits Berdasarkan Kualitas.” Jurnal Media Ilmu, 3, no. 2 (2024): 181–193.
Salihima, Syamsuez. “Historiografi Hadis Hasan Dan Dhaif.” Jurnal Adabiyah X, no. 2 (2010): 212–22.
“Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim,” n.d.
Supardi, Herin. “PENGANTAR ILMU HADIS DAN CABANG-CABANG ILMU HADIS.” MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis 2, no. 3 (2022): 275–80. https://doi.org/10.54443/mushaf.v2i3.45.
Tambak, Sonia Purba, and Khairani Khairani. “Kualitas Kehujjahan Hadis (Sahih, Hasan, Dhaif).” Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies 3, no. 1 (2023): 117–28. https://doi.org/10.47467/tarbiatuna.v3i1.2663.
Wahab, Fatkhul. “KUALITAS HADIS SHAHIH, HASAN, DHAIF SEBAGAI HUJJAH DALAM HUKUM ISLAM.” Maqashid Jurnal Hukum Islam 6, no. 12 (2023): 7250–57. https://doi.org/10.1128/AAC.03728-14.
Yuslem, Nawir. Ulumul Hadis, 1997.
Downloads
Published
How to Cite
Section & Issue
License
Copyright (c) 2025 Muh. Iqbal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
