TAFSĪR MAKNA LUṬF DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA BAGI PENANGGULANGAN OVERTHINKING MASYARAKAT KONTEMPORER
Keywords:
Luṭf, al-Laṭīf, Latā’if Sab‘ah, Tasawuf, Kesehatan Mental, OverthinkingAbstract
Penelitian ini mengkaji makna luṭf dalam al-Qur’an serta relevansinya bagi penanggulangan overthinking pada masyarakat kontemporer. Pemaknaan sifat Allah al-Laṭīf dalam delapan ayat yang memuat akar kata ل-ط-ف menunjukkan bahwa luṭf merupakan bentuk perhatian Ilahi yang halus, lembut, dan penuh hikmah dalam mengatur kehidupan manusia. Kajian tafsir klasik, modern, serta pendekatan tasawuf khususnya konsep al-laṭā’if al-sab‘ah menegaskan bahwa pengalaman terhadap luṭf sangat berkaitan dengan kebersihan hati, ketertiban batin, dan kesiapan spiritual individu. Aksiologi luṭf memperlihatkan bahwa kelembutan Allah hadir melalui berbagai instrumen Qur’ani seperti shalat, zikir, sedekah, doa, tolong-menolong, dan produktivitas, yang semuanya berperan mengurangi tekanan mental, menenangkan kognisi, dan memperkuat ketahanan emosi. Sebaliknya, al-Qur’an menunjukkan bahwa sifat zalim, sombong, kufur nikmat, serta mengikuti hawa nafsu dapat menutup hati dari luṭf sehingga memperparah kondisi psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep luṭf bukan hanya doktrin teologis, tetapi merupakan prinsip spiritual yang memiliki implikasi praktis bagi kesehatan mental modern, memberikan fondasi untuk meredakan overthinking melalui pendekatan yang integratif antara dimensi ruhani dan psikologis.
Downloads
Published
How to Cite
Section & Issue
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Living Qur'an

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

