FATĀ DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK)

Authors

  • Haeni Mukti (UIN Alauddin Makassar)
  • Rahmi Damis
  • Ahmad Mujahid

Keywords:

Fatā, Al-Qur’an, Studi Tematik

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep fata dalam al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhū‘ī). Istilah fata muncul sepuluh kali dalam lima surah dengan variasi makna seperti pemuda, pelayan, dan hamba sahaya, yang mencerminkan kompleksitas semantik serta keterkaitannya dengan konteks sosial-historis. Penelitian ini berbasis studi kepustakaan dengan analisis kualitatif terhadap ayat-ayat terkait dan penafsiran para mufasir klasik maupun kontemporer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fata tidak hanya menunjuk pada kategori usia biologis, tetapi juga merepresentasikan konstruksi moral dan peran sosial yang mencakup keberanian, keteguhan iman, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan konteks Makkiyah dan Madaniyah memperlihatkan pergeseran penekanan dari ketahanan iman menuju fungsi sosial pemuda. Dengan demikian, konsep fata dalam al-Qur’an memberikan landasan teologis dan etis bagi pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berkomitmen spiritual.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Mukti, H., Rahmi Damis, & Ahmad Mujahid. (2025). FATĀ DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK). Jurnal Living Qur’an, 1(1), 1–12. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jlq/article/view/104

Section & Issue