FATĀ DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK)
Keywords:
Fatā, Al-Qur’an, Studi TematikAbstract
Artikel ini mengkaji konsep fata dalam al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhū‘ī). Istilah fata muncul sepuluh kali dalam lima surah dengan variasi makna seperti pemuda, pelayan, dan hamba sahaya, yang mencerminkan kompleksitas semantik serta keterkaitannya dengan konteks sosial-historis. Penelitian ini berbasis studi kepustakaan dengan analisis kualitatif terhadap ayat-ayat terkait dan penafsiran para mufasir klasik maupun kontemporer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fata tidak hanya menunjuk pada kategori usia biologis, tetapi juga merepresentasikan konstruksi moral dan peran sosial yang mencakup keberanian, keteguhan iman, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan konteks Makkiyah dan Madaniyah memperlihatkan pergeseran penekanan dari ketahanan iman menuju fungsi sosial pemuda. Dengan demikian, konsep fata dalam al-Qur’an memberikan landasan teologis dan etis bagi pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berkomitmen spiritual.
Downloads
Published
How to Cite
Section & Issue
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Living Qur'an

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

