Taksonomi Pendidikan Dimensi Sikap (Afektif)
Keywords:
taksonomi afektif, dimensi sikap, internalisasi nilai, pembelajaran holistik, pengembangan karakterAbstract
Penelitian ini mengkaji taksonomi pendidikan dalam dimensi sikap (afektif) yang dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom dan revisinya oleh Anderson-Krathwohl. Taksonomi afektif merupakan kerangka konseptual fundamental yang terdiri dari lima tingkatan hierarkis: receiving (penerimaan), responding (menanggapi), valuing (penilaian), organization (pengorganisasian), dan characterization (karakterisasi). Penelitian ini menganalisis evolusi konseptual dari taksonomi Bloom original (1956) hingga revisi Anderson (2001), dengan fokus pada aspek internalisasi nilai dan pembentukan karakter peserta didik.
Melalui studi komparatif, penelitian ini mengidentifikasi persamaan fundamental kedua taksonomi, yaitu struktur hierarkis, prinsip kontinuitas, dan fokus pada internalisasi nilai. Sementara itu, perbedaan utama terletak pada penekanan konseptual, implementasi, dan evaluasi. Taksonomi Bloom lebih menekankan aspek behavioral yang terukur, sedangkan revisi Anderson fokus pada proses internalisasi dan pendekatan yang lebih fleksibel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kerangka taksonomi memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pembelajaran afektif yang holistik. Implementasi taksonomi afektif memerlukan strategi pembelajaran yang sistematis dan instrumen penilaian yang komprehensif untuk mengukur perkembangan sikap dan nilai peserta didik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang mengintegrasikan ketiga domain pendidikan secara optimal.




