Hadist Dan Sunah Dalam Tinjauan Ontologis, Epistemologis Dan Aksiologis
Abstract
Kajian ini menganalisis Hadis dan Sunah Nabi Muhammad saw. melalui perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi untuk merespons tantangan pemahaman keislaman kontemporer. Secara ontologis, Hadis dipahami sebagai sumber normatif-transendental yang ditransmisikan secara historis, sehingga menuntut verifikasi ilmiah yang ketat. Secara epistemologis, penelitian ini menemukan bahwa metodologi klasik naqd al-ḥadīṡ masih relevan, namun memerlukan penguatan melalui pendekatan teologis-logis-empiris agar mampu menjawab kritik modern, khususnya dalam pengujian matan yang bersifat kontekstual dan temporal. Secara aksiologis, Hadis berfungsi tidak hanya sebagai sumber hukum, tetapi juga sebagai pedoman etika, pendidikan, dan pembentukan peradaban. Temuan utama kajian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga dimensi filosofis tersebut memungkinkan pemahaman Hadis yang lebih kontekstual, adaptif, dan berdaya guna dalam menjaga otoritas keilmuan Hadis serta meminimalkan konflik interpretatif di era modern.




