ILMU, ILMUWAN DAN NEGARA (ANALISIS FILSAFAT ILMU TERHADAP ETIKA DAN KEKUASAAN)
Keywords:
ilmu, ilmuwan, negara, filsafatAbstract
Artikel ini mengkaji relasi dialektis antara ilmu, ilmuwan, dan negara melalui perspektif filsafat ilmu dengan menyoroti dimensi etika dan kekuasaan. Penelitian berbasis studi kepustakaan ini bertujuan menyingkap bagaimana ilmu tidak sekadar sistem pengetahuan, tetapi juga instrumen kritis dalam menilai kebijakan negara. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan pendekatan kualitatif deskriptif, yang diharapkan mampu memberi pemaknaan serta penjelasan yang mudah dipahami. Ilmuwan dipandang sebagai agen pembentuk peradaban yang memikul tanggung jawab etis untuk memastikan pengetahuan digunakan demi kemaslahatan, bukan sekadar kepentingan politik. Negara, di sisi lain, memiliki otoritas untuk mengatur perkembangan ilmu, yang sering kali melahirkan ketegangan antara objektivitas sains dan legitimasi kekuasaan. Sorotan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara menjadi contoh nyata bagaimana klaim “kota hijau” bersinggungan dengan kritik ekologis para ilmuwan. Kajian ini menegaskan pentingnya etika keilmuan, keberanian intelektual, dan dialog kritis dalam menjaga agar ilmu tetap menjadi sarana pembebasan, bukan alat dominasi. Dengan demikian, kualitas ilmuwan dan sikap negara terhadap ilmu menentukan arah kemajuan peradaban.




