Kritik Matan (Naqd Al-Matn) Tinjauan Historis, Metodologis, Dan Aplikatif Dalam Menentukan Keotentikan Hadis

Authors

  • Abdul Jafar Yanto (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • Risna Mosiba (Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar)
  • Muhammad Ali Ngampo (Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar)

Keywords:

Kritik Matan', Metodologi Hadis', Sahih al-Matn', Syadz & Illat', Mukhtalaf al-Hadis'

Abstract

Kajian ini menganalisis metodologi kritik matan (naqd al-matn) sebagai instrumen penting dalam menilai keotentikan dan kehujjahan hadis Nabi SAW. Penelitian ini menegaskan bahwa keabsahan sanad tidak selalu menjamin validitas matan, sehingga kritik internal terhadap substansi hadis menjadi kebutuhan metodologis. Melalui pendekatan studi kepustakaan, kajian ini menelusuri praktik kritik matan sejak masa Sahabat—terutama kontribusi Sayyidah Aisyah RA—hingga formulasi ulama mutaqaddimin terkait syudzudz, ‘illat, serta penyelesaian kontradiksi hadis melalui al-jam‘, an-naskh, dan at-tarjih. Temuan menunjukkan bahwa (1) tradisi klasik lebih menekankan harmonisasi hadis melalui ta’wil atau naskh daripada penolakan, (2) pemikir kontemporer cenderung lebih kritis dengan menjadikan Al-Qur’an dan rasionalitas ilmiah sebagai tolok ukur utama, dan (3) integrasi ilmu pengetahuan modern memperluas pendekatan kritik matan tanpa menafikan otoritas hadis. Kajian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara pendekatan normatif dan kontekstual dalam studi hadis kontemporer.

Downloads

Published

2026-01-26

How to Cite

Abdul Jafar Yanto, Mosiba, R., & Ali Ngampo, M. (2026). Kritik Matan (Naqd Al-Matn) Tinjauan Historis, Metodologis, Dan Aplikatif Dalam Menentukan Keotentikan Hadis. Jurnal Cakrawala Peradaban, 2(1), 42–53. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jcp/article/view/156

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.