Hadis Daif Dari Aspek Keterputusan Mata Rantai Sanad: Analisis Terhadap Hadis Makan Sebelum Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang

Authors

  • SM Evan Ananta (UIN Alauddin Makassar)
  • Muhammad Ali
  • Abdul Rahman Sakka

Keywords:

Hadis dhaif, sanad, Keterputusan sanad, Kritik Hadis, Etika Makan

Abstract

Penelitian ini mengkaji derajat otentisitas hadis yang populer di masyarakat dengan teks “kita makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang” dari aspek keterputusan sanad untuk mengetahui validitas periwayatannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang berfokus pada ilmu hadis (takhrīj, naqd al-sanad dan klasifikasi hadis). Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis ini tergolong daif (lemah) karena sanadnya tidak memenuhi syarat kesinambungan periwayatan (ittisāl sanad) serta tidak ditemukan dalam kitab hadis utama seperti Sahīhain atau Kutub al-Tis‘ah, sehingga tidak dapat dijadikan dalil hukum. Meskipun demikian, makna etis moderasi makan tetap relevan sebagai nasihat moral dan didukung oleh hadis lain yang lebih kuat seperti prinsip one-third eating. Penelitian ini menegaskan pentingnya verifikasi dan kajian sanad sebagai prasyarat dalam penggunaan hadis dalam diskursus ilmiah dan hukum Islam.

Downloads

Published

2026-01-25

How to Cite

Ananta, S. E., Muhammad Ali, & Sakka, A. R. (2026). Hadis Daif Dari Aspek Keterputusan Mata Rantai Sanad: Analisis Terhadap Hadis Makan Sebelum Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang. Jurnal Cakrawala Peradaban, 2(1), 106–110. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jcp/article/view/221