LARANGAN MENYAKITI DALAM HADIS TARBAWI SEBAGAI FONDASI KEADILAN

Authors

  • Shadiqa Dzakwani (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • Ilma Khaeryana (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • Arpiani (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
  • La Ode Ismail Ahmad (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Abstract

Penelitian ini membahas larangan menyakiti sesama dalam hadis tarbawi sebagai fondasi pembentukan keadilan, solidaritas sosial, dan keharmonisan masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis tiga kelompok hadis yang menekankan pentingnya meluruskan yang zalim, menolong yang terzalimi, serta memperkuat ukhuwah dan solidaritas antar sesama Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa kezaliman bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga faktor destruktif yang merusak struktur sosial, menghilangkan kepercayaan publik, memperlebar kesenjangan sosial, dan menghambat terwujudnya masyarakat yang adil. Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa mencegah kezaliman dan menjaga hubungan baik antar manusia merupakan bentuk komitmen sosial yang berakar dari nilai keadilan dalam Islam. Dalam perspektif pendidikan Islam, larangan menyakiti sesama menjadi nilai tarbawi yang strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki empati, keberanian moral, dan kepekaan sosial. Dengan demikian, pendidikan berbasis hadis tarbawi berperan penting dalam membangun manusia berakhlak mulia sekaligus masyarakat yang harmonis, berkeadilan, dan bebas dari kezaliman.

References

Hafid, Erwin, Arifuddin Ahmad, Muhammadiyah Makassar, and Alauddin Makassar, ‘Pendahuluan Dinamika Pemaknaaan Atas Konsep Ukhuwwah Terjadi Seiring Dengan Proses Sejarah Dan Konstruksi Sosial Sejak Zaman Feodal Hingga Zaman Kontemporer . Ukhuwwah ( Persaudaraan ) Lahir Dari Satu Sifat Dasar Manusia Sebagai Mahluk Sosial . Persaudara’, Kajian Islam Kontemporer, 14.1 (2023), hlm. 50–51

Diva Kurnia, Dwi Salsabila, Nanda Fitriyah, Ahsin Haris, and others, ‘Prinsip Keadilan Dalam Syariat Islam : Antara Kewajiban Berlaku Adil’, Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan, 2.4 (2025), hlm. 1

Jaya, Firman Indra, Muhammad Idris Alfarisi, Universitas Islam, and Negeri Alauddin, ‘PERAN ETIKA LEMBAGA YUDIKATIF DALAM MEWUJUDKKAN KEADILAN SOSIAL : PERSPEKTIF POLITIK ISLAM’, Ilmu Pendidikan Dan Sosial (JIPSI), 3.2 (2024), hlm. 149–50,

Mardhiyah, Ulfa Ainul, and Avita Febri Hidayana, ‘Menumbuhkan Empati Sosial Anak Sebagai Sarana Pencegahan Bullying Abstrak Pendahuluan’, Pendidikan Anak Usia Dini STAI Ma’arif Magetan, 2.1, hlm. 55

Purwanto, ‘PERWUJUDAN KEADILAN DAN KEADILAN SOSIAL DALAM NEGARA HUKUM INDONESIA : Perjuangan Yang Tidak Mudah Dipersonalisasikan’, 1993, hlm. 100

Rina Mulyani dan Tajul Arifin, ‘Larangan Berbuat Zalim Dalam Hadis , Implikasi Hukum Pidana Sedangkan Menurut Ibn Taymiyyah Membedakan Kezaliman Terhadap Allah ( Seperti Syirik ) Dan Terhadap Manusia ( Seperti’, Hukum, Administrasi Publik Dan Negara, 2.3 (2025), hlm. 97

Septi Indah Lestari, Novia Putri Rahmadani, ‘Implikasi Hukum Masyarakat Dalam Penegakan Keadilan Sosial Di Era Modern: Studi Kasus Putusan Nomor 93/Puu-Xx/2022’, Ilmiah Wahana Pendidikan, 10 (2024), hlm. 655

Umam, Moch Rizal, Universitas Islam, Negeri Sunan, Kalijaga Yogyakarta, Tulus Musthofa, Universitas Islam, and others, ‘Konsep Zalim Dalam Al- Qu ’ Ran Tinjauan Pemikiran Tan Malaka’, Studi Al-Qur’an Membangun Tradisi Berfikir Qur’ani, 19.1 (2023), hlm. 84–85

M. Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, (Bandung: Mizan, 2007), hlm. 323.

Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 205

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat bahasa, 2008), . hlm 836.

Madya dan Wan Zailan Kamaruddin bin Wan Ali, Siapa Itu Nabi-Nabi (Selangor: PTS Millennia, 2004), hlm79.

Irfan, “Konsep Al-Zulm Dalam Al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tematik), Ibn Abbas: Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir, (2019): hlm 304.

Novia Putri Rahmadani Septi Indah Lestari, ‘Implikasi Hukum Masyarakat Dalam Penegakan Keadilan Sosial Di Era Modern: Studi Kasus Putusan Nomor 93. 2022’, Ilmiah Wahana Pendidikan, 10 (2024), hlm. 655.

Zakiyah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), hlm. 124.

Imam Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz 3, (Beirut: Darul Fikr), hlm. 120.

Moch Rizal Umam and others, ‘Konsep Zalim Dalam Al- Qu ’ Ran Tinjauan Pemikiran Tan Malaka’, Studi Al-Qur’an Membangun Tradisi Berfikir Qur’ani, 19.1 (2023), hlm. 84–85.

Idris, M., et al., Pendidikan Keadilan dalam Perspektif Islam, Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan, Vol. 11, No. 1, 2023, hlm. 45.

Fatihin, Konsep Keadilan dalam Perspektif Islam, Jurnal Ilmiah, Vol. 5, No. 2, 2017, hlm. 112.

Durkheim, Émile. The Division of Labor in Society. New York: Free Press, 1997

Az-Zuḥailī, W. (2018). Tafsīr al-Munīr fi al-‘Aqidah wa al-Shari‘ah wa al-Manhaj. Damaskus: Dar al-Fikr.

Auda, J. (2018). Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. Cairo: Al-Shuruq.

Harun, Nafi’. 2020. “Konsep Keadilan dalam Hukum Islam dan Relevansinya di Indonesia.” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah Vol. 30 No. 2.

Abidin, Ahmad Zainal. 2021. “Tafsir Al-Qur’an sebagai Kritik Sosial Kontemporer.” Jurnal Al-Bayan Vol. 26 No. 1.

Nata, Abuddin. 2018. Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi. Jakarta: Prenadamedia Group.

Madjid, Nurcholish. 2018. Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Jakarta: Noura Books.

Bagir, Haidar. 2017. Islam Tuhan Islam Manusia. Bandung: Mizan.

Kuntowijoyo. 2017. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Walukow, D. S., Situngkir, A., & Putra, F. I. S. (2025). Pancasila education as an instrument for shaping student solidarity. Journal of English Language and Education (JELE), 6(2).

Wahyuningsih, S., Salsabila, A. M., & Mubin, N. (2025). Pendidikan multikultural sebagai pilar pembinaan solidaritas di era disrupsi. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 3(1).

Almuarif, S., Hanani, & Devi, I. (2024). Solidaritas dan integrasi sosial dalam konteks manajemen pendidikan: Analisis berdasarkan teori Émile Durkheim. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi, 8(1).

Samiha, Y. T., Candra, A., & Rusdi, A. (2025). Internalisasi nilai pendidikan Islam melalui sistem kekerabatan dan harmoni keagamaan dalam masyarakat. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1).

Downloads

Published

2026-01-22

How to Cite

Shadiqa Dzakwani, Ilma Khaeryana, Arpiani, & La Ode Ismail Ahmad. (2026). LARANGAN MENYAKITI DALAM HADIS TARBAWI SEBAGAI FONDASI KEADILAN. Jurnal Mabbicara Hadis, 2(1), 70–83. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jmh/article/view/136

Section & Issue

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2