INTEGRASI ILMU DAN WAHYU: FILSAFAT ILMU DALAM TAFSIR INTERDISIPLINER
Keywords:
Al-Qur’an, Filsafat, Integrasi, Tafsir Interdisipliner, WahyuAbstract
Penelitian ini membahas tentang integrasi ilmu pengetahuan dan wahyu, Dimana integrasi antara ilmu dan wahyu berpijak pada keyakinan bahwa sumber kebenaran berasal dari Tuhan. Tulisan ini menelaah peran filsafat ilmu, sebagai landasan utama dalam merumuskan kerangka tafsir yang bersifat interdisipliner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filosofis dan epistemologis untuk membedah relasi antara rasio dan wahyu. Analisis data dilakukan secara deduktif dengan teknik analisis isi terhadap pemikiran tokoh-tokoh integrasi ilmu dan mufasir kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ilmu dan wahyu bukanlah dua hal yang saling meniadakan tetapi dua hal yang saling melengkapi. Dengan mengkaji dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari proses integrasi tersebut, dapat dipahami bahwa wahyu berfungsi sebagai penuntun nilai dan etika bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sementara ilmu pengetahuan menghadirkan instrumen konseptual agar wahyu tetap kontekstual dan aplikatif dalam merespons dinamika zaman. Oleh karena itu penting bagi para mufasir untuk tidak hanya menguasai aspek kebahasaan Arab dan konteks turunnya wahyu, tetapi juga memiliki pemahaman filsafat ilmu agar objektivitas serta keabsahan metode penafsiran tetap terjaga.
Downloads
Published
How to Cite
Section & Issue
License
Copyright (c) 2026 Tiara Sani, Nurul Rahmadani, Nasrullah Habar, Nurlelah, Zakiyuddin Rahim, La Ode Ismail Ahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

