Redefinisi dan Reposisi Hadis Mutawāṭir dan Aḥād Perspektif Syahrir Nuhun dan Abdul Rahman Sakka

Authors

  • Nurul Adawia Adawia (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Keywords:

Redefinisi hadis, Reposisi Hadis, Mutawatir, Ahad

Abstract

Artikel ini menjelaskan redefinisi dan reposisi hadis mutāwatir dan hadis ahad perspektif Syahrir Nuhun dan Abdul Rahman Sakka. Salah satu cara untuk mengklasifikasikan hadis adalah berdasarkan jumlah (kuantitas) periwayatnya. Pembagian ini penting untuk mengetahui kekuatan dan keabsahan suatu hadis. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan hadits Mutawatir dan Hadis Ahad beserta perbedaan keduanya. Dan redefinisi serta reposisi keduanya dalam pandangan Syahrir Nuhun dan Abdul Rahman Sakka. Metode yang digunakan yaitu metode pengumpulan buku atau pustaka dan jenis penelitian yang mengarah ke analitis. Beberapa temuan dalam artikel ini, membahas pembagian hadits baik dari segi kualitas dan kuntitas, yaitu Mutawatir dan Ahad. Hadis Mutawatir adalah Mutawatir secara kebahasaan adalah isim fa'il dari kata al-tawatur, yang berarti al-tatabu' (berturut-turut). Hadis Ahad Adalah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits mutawatir, sehingga Hadis Ahad terbagi 3 macam yaitu Hadis Masyhur, Hadis Azis, dan Hadis gharib. Gagasan Syahrir Nuhun dan Abdul Rahman Sakka menawarkan repositioning penting dalam wacana otoritas hadis. Syahrir Nuhun menegaskan perlunya redefinisi mutawātir lafẓī dengan mengutamakan kedekatan makna sebagai indikator utama kemutawatiran, sementara Abdul Rahman Sakka mendorong rekonstruksi epistemologi hadis yang menempatkan kualitas perawi sebagai fondasi otoritatif yang lebih kokoh daripada sekadar kuantitas jalur periwayatan. Kedua pendekatan ini, meskipun berangkat dari fokus yang berbeda, saling melengkapi dalam membangun paradigma baru yang lebih proporsional, kritis, dan realistis dalam memahami validitas hadis di tengah tantangan epistemologis kontemporer

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Adawia, N. A. (2026). Redefinisi dan Reposisi Hadis Mutawāṭir dan Aḥād Perspektif Syahrir Nuhun dan Abdul Rahman Sakka. Jurnal Cakrawala Peradaban, 2(2), 124–141. Retrieved from https://jurnal.saorajahadisinstitute.or.id/index.php/jcp/article/view/94